Sosiologi : Sosialisasi Sebagai Proses Dalam Pembentukan Kepribadian

Sekarang dan dipertemuan kali ini saya akan membantu kalian dalam menemukan sebuah solusi, mengenai materi kelas X (sepuluh) Semester ganjil (1). Materi yang saya bahas kali ini adalah Sosiologi tentang Sosialisasi Sebagai Proses Dalam Pembentukan Kepribadian. Seperti kita ketahui, sosialisasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan sehari-hari kita, dan tidak hanya sampai itu sosialisasi ternyata juga berperan sebagai proses dalam pembentukan kepribadian. Untuk lebih jelasnya, silahkan langsung saja menuju ke penjelasan saya berikut ini.h

Sosialisasi Sebagai Proses Dalam Pembentukan Kepribadian

A. SOSIALISASI


1. Pengertian Sosialisasi

Beberapa pengertian sosialisasi menurut beberapa ahli :
  • Prof. Koentjaraningrat : Memahami sosialisasi sebagai seluruh proses dimana seorang individu sejak seseorang itu dilahirkan untuk dapat mengetahui menyesuaikan diri , berkembang, berhubungan mengenal dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya
  • Peter L. Berger : Sosialisasi adalah suatu proses anak belajar menjadi anggota-anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat
Sosialisasi dapat diartikan proses penginternalisasian nilai dan norma dari masyarakat individu.

2. Tujuan Sosialisasi

Proses sosialisasi sebagai usaha untuk mengamankan, mempertahankan dan mencapai tujuan masyarakat. Tujuan ini dapat disebut sebagai tujuan untuk hidup. Secara umum tujuan sosialisasi adalah agar :
  • Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
  • Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
  • Seseorang akan lebih mengenai dirinya sendirinya dalam lingkungan sosialnya.
  • Seseorang akan menyadari eksistensi dirinya terhadap masyarakat di sekelilingnya.

3. Pelaksanaan Sosialisasi

Dalam mempengaruhi anak, sosialisasi dapat di golongkan dalam tiga kategori, yaitu :
  • Metode ganjaran atau hukuman
  • Metode di dacing teaching, anak diajarkan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian informasi, ceramah dan penjelasan.
  • Metode pemberian contoh, dilakukan dengan melalui proses imitasi dan sugesti baik sadar maupun tidak sadar

4. Proses Sosialisasi

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
  • Tahap persiapan (preparatory Stage)
    • Tahap ini di alami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya dan memperoleh pemahaman tentang diri , pada tahap ini anak-anak juga melakukan kegiatan meniru meskipun tidak sempurna.
  • Tahap meniru ( Play Stage)
    • Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orangtuanya dan sebagainya. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk menyerap norma dan nilai juga melalui terbentuk pada tahap ini.
  • Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
    • Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin komplek. Peraturan-peraturan yang berlaku diluar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya
  • Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)
    • Pada tahap ini seseorang sudah telah diannggap dewasa. Dengan kata lain, dia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas

5. Agen Sosialisasi

a. Agen Sosialisasi
  • Keluarga
    • Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi, yaitu 
      • sosialisasi represif(repressive socialization) yang mengutamakan adanya ketaatan anak kepada orang tua
      • sosialisasi partisipasi (participatory socialization) yang mengutamakan adanya partisipasi oleh anak 
  • Sekolah
  • Kelompok Pergaulan (peer group)
  • Media Massa
b. Tipe sosialisasi ada dua macam, yaitu :
  • Formal yaitu sosialisasi melaui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam Negara seperti pendidikan di sekolah
  • Informal yaitu sosialisasi yang terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan
c. Bentuk sosialisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
  • Sosialisasi primer yaitu sosialisasi yang paling pertama diterima individu dari lingkungan keluarganya.
  • Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi lanjutan dari sosialisasi primer yang meperkenalkan individu kelingkungan diluar keluarganya

6. Faktor Penghambat dalam Sosialisasi
  • Kemampuan berbahasa
  • Cara bergaul
  • Kehidupan masyarakat yang terisolir
  • Kesulitan dalam melakukan komunikasi
  • Hambatan alam
  • Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu yang lain
  • Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
  • Terjadinya kesenjangan kebudayaam antar kelompok masyarakat

B. KEPRIBADIAN

1. Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah ciri watak seseorang individu yang bersifat hakiki yang tercemin pada sikap seseorang dan dapat membedakan dari orang lain. Kepribadian mencakup abstraksi dari pola perilaku manusia, ciri watak yang khas dan konsisten, kebiasaan sikap dan sikap yang khas, individu satu dengan yang lain berbeda

2. Pembentukan Kepribadian

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah :
  • Warisan biologis
  • Lingkungan fisik
  • Warisan social
  • Pengalaman kelompok

3. Hubungan Antara Nilai Sosial dan Sosialisasi

Proses sosialisasi merupakan proses seseorang mendapatkan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku kelompoknya yang didasari oleh tatanan nilai dan norma. Oleh karena itu, nilai digunakan sebagai patokan untuk berperilaku sosial, maka individu yang menjadi anggota kelompok harus melakukan penyesuaian terhadap nilai yang berlaku dalam masyarakat.

4. Hubungan Antara Kepribadian Dengan Masyarakat dan Kebudayaan

Tipe kebudayaan khusus mempengaruhi kepribadian seorang individu, yaitu :
  • Kebudayaan khusus atas dasar kedaerahan
  • Cara hidup dikota dan didesa yang berbeda
  • Kebudayaan khusus kelas sosial
  • Kebudayaan khusus atas dasar agama
  • Kebudayaan berdasarkan profesi

5. Hubungan Antara Kebudayaan Dengan Kepribadian

Kebudayaan mengacu pada ciri-ciri khas dan sifat-sifat yang mewakili sikap tabiat seseorang. Termasuk didalam konsep kepribadian adalah pola-pola pemikiran, perasaan, konsep diri, perangai, mentalitas, dan segala kebiasaan. Individu dan perilakunya disesuaikan dengan masyarakat dan kebudayaannya.

Demikian penjelasan saya mengenai Sosialisasi Sebagai Proses Dalam Pembentukan Kepribadian semoga dapat memberikan kalian solusi dan pastinya semoga bermanfaat dan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sosiologi : Sosialisasi Sebagai Proses Dalam Pembentukan Kepribadian"

Posting Komentar